Radar MFA NoD Revolution from Simple_Ethnic

Kalau dulu Simple_Ethnic sekarang berubah menjdai Radar MFA NoD.

Ketika Oki Setiana Dewi Mengundang Siswa Memakai Jilbab

Untuk kesempatan kedua, Oki Setiana Dewi, disajikan antara Universitas Muhammdiyah Malang (UMM) siswa. Pada awalnya dia datang ke UMM ia mempromosikan filmnya.

36 Meter Indonesian Phinisi (versi Radar MFA NoD)

Clarification... Is this the well known Indonesian phinisi Silolona of SEA Yachting and Phuket King's Cup renown...? Yes it is..!

Tari Saman Murid SMAK Ricci Pukau Penonton

Sebanyak dua puluh tiga siswa–siswi kelas satu SMA, dengan pakaian khas, duduk bersimpuh di atas panggung. Dengan serempak mereka melakukan gerakan tepuk tangan, tepuk dada, paha dengan tangan kanan dan kiri, berganti-gantian sambil mendedangkan lagu berbahasa Arab dan Aceh. Penampilan ini memukau para penonton.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 08 April 2012

12 ABG Pingsan Antre Tiket Super Junior


Berjubelnya penggemar boy band asal Korea Selatan Super Junior (SuJu) menyebabkan 12 remaja putri pingsan.
Jumlah korban tersebut disampaikan Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Suntana, saat meninjau lokasi penjualan tiket di Hotel Twin Tower, Sabtu (7/4/2012).
"Pingsan 12 orang. Tapi itu karena berdesakan saja," ujar Suntana yang saat itu mengenakan pakaian preman.
Mereka pingsan Sabtu subuh dan dirawat di ambulans yang disediakan polisi.
Pantauan Tribun Jakarta, penggemar Super Junior sudah memadati Hotel Twin Tower sejak jumat pagi.  "Kita nggak nyangka juga musik Korea ini banyak animonya," ujar Suntana.
Pantauan Tribun Jakarta,  ratusanpenggemar masih berusaha bertahan di halaman depan Twin Tower. Mereka bersikeras meski tiket sudah habis.
Namun, menjelang sore, sekitar pukul 16.00 WIB, mulai meninggalkan lokasi dan pulang.
Mereka telah berkali-kali diberitahu panitia tiket telah habis dan segera pulang. Kepolisian juga telah melakulan himbauan berkali-kali. Lalu lintas pun berangsur-angsur lancar.
(mdn ‘ilm/fani/arsh)

Antre Tiket Suju, 12 Remaja Pingsan


JAKARTA - Demi melihat secara langsung boyband Super Junior (SuJu), remaja di Jakarta rela merogoh kocek ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Bahkan, mereka rela antre sejak sehari sebelum loket pembayaran tiket dibuka pukul 08.00 Sabtu (kemarin, 7/4). Karena kelelahan, 12 remaja pingsan saat mengantre tiket.

Sebenarnya aroma bakal bermasalah saat penjualan tiket tercium sejak pagi. Ribuan warga yang didominasi remaja tampak gelisah lantaran tidak bisa mengakses tempat penukaran tiket di Hotel Twin Plaza Hotel, Jalan S. Parman, Jakarta Barat. Ada yang tertahan di lobi, ada juga yang berada di luar hotel.

Mereka harus rela menunggu lama karena di dalam hotel sudah ada ratusan orang yang mengantre di loket pembayaran. Entah karena tidak siap menghadapi banyaknya calon pembeli tiket atau hal lain, pelayanan sangat lambat. Akibatnya, makin siang antrean bukannya terurai, tetapi makin menumpuk.

Berdasar pantauan, lalu lintas di sekitar Twin Plaza Hotel menjadi tersendat. Maklum, jalannya tidak terlalu lebar dan terpotong busway. Seorang petugas polisi yang mencoba mengurai kemacetan mengatakan bahwa kemacetan lebih dari satu kilometer. "Seharusnya penjualan tiket tidak dilakukan di sini," ujarnya.

Suasana makin kacau pada siang. Tiba-tiba ada pengumuman di kaca lobi bahwa tiket sudahhabis. Padahal, antrean masih sangat panjang. Kecewa lantaran sudah lama mengantre, calon pembeli tiket tidak langsung bubar. Mereka tidak percaya bahwa 18 ribu tiket di Twin Plaza sudah habis terjual.

Seorang perempuan dari pihak promotor mencoba menyampaikan hal itu secara langsung. Namun, usahanya tidak diindahkan. Malah, ELF "sebutan fans Suju" yang tidak kebagian tiket makin beringas. Mereka berusaha menerobos pintu kaca yang dijaga aparat. "Kami sudah jauh-jauh ke sini. Masa sudah habis," ujar Lidya, fans asal Bekasi.

Astrid, remaja asal Tangerang, juga tidak percaya bahwa tiket sudah habis. Rencananya, dia membeli tiket untuk konser kedua, yakni 29 April. Aturannya, loket baru dibuka pukul 08.00. Namun, saat datang pukul 07.00, dia kehabisan tiket. "Teman saya, Anggie, sampai pingsan," tuturnya.

Memang, berdasar informasi dari promotor Showmaxx, penjualan tiket dibagi dua sesi. Untuk konser hari pertama, yakni Sabtu 28 April, loket pengambilan nomor antrean dibuka Sabtu pukul 00.00 dan ditukar tiket pukul 08.00. Untuk konser hari kedua, loket nomor antrean dibuka pukul 08.00 dan penukaran tiket dijadwalkan pukul 13.00.

Namun, aturan tersebut tidak ditepati. Sejak dini hari, penjualan tiket hari pertama dan kedua langsung dibuka. Itulah mengapa penggemar yang datang pada pagi sudah tidak kebagian tiket.

Kapolres Jakarta Barat Kombespol Suntana mengatakan, kacaunya antrean membuat 12 penggemar pingsan. Angka tersebut mengecil dari kabar awal yang menyebutkan bahwa 24 remaja pingsan saat menganter tiket. "Fisiknya lemah, antre mulai dini hari dan belum makan," jelasnya tentang kondisi remaja yang pingsan.

Menurut dia, promotor memang belum siap menghadapi lonjakan jumlah penggemar. Keteteran dalam menjual tiket adalah salah satu bukti. Selain itu, manajemen penjualan tiket dengan memasukkan 20 orang per sesi, menurut Sutana, kurang tepat. Saat suasana makin kacau dan polisi mengancam bakal membubarkan lebih dini, mereka baru berubah.

"Akhirnya antrean per sesi menjadi 100 orang," imbuhnya. Meski sudah dibubarkan, ratusan orang tampak bertahan hingga sore.

Sementara itu, Helmi Sugara, juru bicara Showmaxx Entertainment, membenarkan bahwa antusias warga sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan ludesnya seluruh tiket yang disediakan panitia. Mulai kelas junior sky Rp 500 ribu, super sky Rp 1 juta, junior VIP Rp 1,4 juta, super box Rp 1,7 juta, hingga termahal super VIP Rp 2 juta.

"Memang, ada yang masih mengharapkan bisa mendapat tiket, kami mohon maaf tidak bisa memuaskan seluruh penggemar," ujarnya. Padahal, untuk mengatasi tingginya minat penggemar, pihaknya menggelar konser selama dua hari di Mata Elang Internasional Stadium, Jakarta Utara. Promotor akhirnya menunda penjualan dan akan diumumkan lagi kapan tiket bisa diperoleh. (mdn'ilm/fani/ars)

Jumat, 06 April 2012

Meriah dengan Banyak Hadiah

           EUFORIA road show Honda Development Basketball League(DBL)  2012 East Java Series North Region di SMAN 15 Surabaya kemarin (4/4) bagaikan pendobrak siang yang lesu. Kemeriahan langsung terasa saat tim road show dari DetEksi Jawa Pos tiba.
           Acara yang dilaksanakan di lapangan basket sekolah tersebut banyak menyita perhatian murid yang keluar kelas pascabel sekolah dibunyikan. Mereka rata-rata ingin lebih ingin mengenal lebih jauh sosok pahlawan basket dan tim dance sekolah mereka yang akan berjuang di babak utama Honda DBL 2012 yang dimulai pada 4 Mei nanti.
          Kesruan acara menjadi saat MC membagikan hadiah-hadiah persembahan sponsor. Bahkan, saking antusiasnya, beberapa siswa sampai jatuh karena berebut hadiah yang dilempar oleh MC.
          "Seru banget! Nggak nyangka banyak hadiahnya kayak gini. Top deh road show Honda DBL," ungkap Novian Abdi, salah seorang siswa Libels, sebutan SMAN 15.
          Waka Kesiswaan SMAN 15 Eko tidak mau kalah dalam memberikan suntikan semangat untuk tim basket putra dan putri Libels."Semangat terus untuk tim basket putra-putri Libels, terus berusaha dan berlatih dengan maksimal agar bisa membawa pulang gelar juara!" ujar Eko ketika memberikan sambutan kemarin.
          Akhirnya, tim basket Libels yang sudah ditunggu-tunggu memasuki lapangan dengan formasi penuh. Secara bergantian, tim putra dan putri memasuki pentas road show dengan diiringi sorakan dan dukungan dari para siswa.
         Kapten tim basket putri Libels Frida Fadanila mengatakan senang karena bisa bermain lagi untuk kali kedua setelah keikutsertaannya pada Honda DBL 2011."Senang banget bisa banget bisa dikasih kepercayaan untuk langsung masuk babak utama tanpa penyisihan. Mungkin hal itu disebabkan tahun lalu kita sempat ngalahin Cita Hati dan SMAN 8 di babak utama," ungkap Frida.
         Tidak mau kalah dengan tim putri, kapten tim putra Jodi Rushal bersemangat memperkenalkan anggota timnya. Jodi punya target untuk Honda DBL kali ini." Minimal bisa tembus babak playoff. Untuk itu, berbagai persiapan kami lakukan adalah rajin push-up tiap malam sebelum tidur."ungkap Jodi.
         Untuk suporter, siswa Libels sudah iapkan tim suporter khusus. "DBL Arena nanti saya jamin bakal penuh dengan teriak dan sorak dari Gambers Familia. Tiga kata yang bisa mewakili mereka, rame-ndeso-mboyis," celetuk Rifki, lantas tertawa.
         Rangkaian road show Honda DBL 2012 East java Series-North Region hari ini (5/4) akan berlangsung di SMAN 10 Surabaya. (madina/anang/fani)

Rabu, 28 Maret 2012

Simple_Ethnic Mengucapkap terima kasih kpd Radar Kediri

Kami selaku crew simple_ethnic mengucapkan terima kasih kepada Radar Kediri yang telah melaksanakan ajang yang bergengsi ini semoga dapat dapat mengulang untuk tahun depan dan terima kasih atas pengalaman yang diberikan oleh Radar Kediri kami selaku crew Simple_Ethnic mengucapkan terima kasih.

Senin, 26 Maret 2012

Selamat bagi para Juara

Kediri, (25,03) Ballroom Kediri Mall kemarin suasana terasa sangat meriah karena kemarin pengumuman juara seluruh lomba teriak tangis canda tawa terharu semua berbaur menjadi satu semua peserta saling berteriak karena mereka senang sekolah mereka mendapatkan juara dis etiap event yang di adakan Radar Kediri KoMu School Contest ke VI untuk tahun ini SMAN 1 Kediri kembali mengulang kesuksesan seperti tahun-tahun sebelumnya juara umum selamt bagi SMAN 1 Kediri semoga dapat sukses tahun depan dan untuk yang mendapat juara pertahankan kalau perlu tingkat kan terus prestasi kalian karena tidak hanya berhenti disini tapi masih panjang untuk yang belum menang terus berusaha.

Minggu, 25 Maret 2012

Jurnalist tetap eksis

Kediri,  Ballroom Kediri Mall meskipun acara hampir selesai tetapi para jurnalist blog tetap beraksi mencari berita karena acara ini memiliki banyak berita untuk setiap sesinya dan sampai sekarang (25/03) pun masih tetap mencari berita.

Pembukaan Diawali Letupan

Kediri (23/03) Ball Room Kediri Mall. Hari ini secara resmi pembukaan Radar Kediri School Contest VI di buka oleh Bapak Syamsul Azhar selaku Walikota Kediri dan launching Flexi Evdo di Kediri oleh Bapak walikota Kediri. Di samping itu Bapak Walikota juga berkeliling melihat mading-mading semua sekolah dengan diiringi panitia school contest VI.

STOP Budaya Korupsi asal SMAN1 Puncu

SMAN1 Puncu selalu datang dengan kostum yang berbau aneh di banding dengan costum sekolah lain. Kalau sekolah lain selalu memakai kostum yang sesuai dengan tema kegiatan, tapi berbeda dengan dengan sekolah yang satu ini, selalu identik dengan costum yang aneh, mencolok, dan inovatif terutama paling mencolok. Untuk kali ini mereka juga mengambil tema seperti tahun kemarin. Kalau tahun kemarin prajurit alien, untuk kali ini mereka mengambil tema kostum prajurit anti korupsi tampak pada costum mereka tertulis 'stop budaya korup!'. Menurut kebanyakan orang ini merupakan hal yang sepele, tapi menurut mereka secara tidak sadar kita telah korupsi, seperti kebanyakan orang selalu membuang-buang waktu. Secara tidak sadar kita telah membudayakan korupsi dengan selalu menunda pekerjaan, padahal kita bisa dan itu merupakan suatu tindakan korupsi yang secara tidak sadar kita telah melakukannya sehari-hari ujar crew mading SMAN 1 Puncu(Red).

Jurnalist Blog In The End

Kediri (24/03) tepat tengah malam batas akhir posting untuk jurnalist blog namun bukan akhir dari segalanya memang secara teknis sudah selesai tapi bagi yang ingin memosting tidak da kata berhenti do not stoped , benar tiada kata berhenti bagi artikel sebab meskipun artikel sudah tidak menjadikan penilaian karena batas posting sudah berakhir tapi kalau namanya artikel menarik selalu dapat diterbitkan kapan saja dan dimana saja tanpa harus ada batasan waktu sebab psalnya berita atau artikel itu sifatnya tak lekang oleh waktu jadi buat para jurnalist jangan berhenti disini teruslah berkarya meski batas akhir kemarin.

Sabtu, 24 Maret 2012

Ekspresi, Penjiwaan, Impovisasi yang baik

Kediri, (23/03) ILP SMA POMOSDA menampilkan pertunjukan teater yang di dalamnya menyampaikan kritik kepada pemerintah Indonesia yang selalu merugikan rakyat kecil seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme. Maka dalam ILP ini, SMA POMOSDA menampilkan yang berbeda dengan yang lain. Kalau yang lain memakai drama dari legenda tanah jawa dan tanah bumi eropa, maka mereka menampilkan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia sekarang mereka mengemasnya dalam bungkus yang baik mereka memberi judul "JAKARTA" yang dimana di dalam Ibu Kota Indonesia ini banyak sekali kesenjangan sosial yang di alami bangsa Indonesia seperti kejahatan yang merajalela di ibukota, ujar thoriq salah satu crew anggota ILP asal SMA POMOSDA dan menurut mereka kami mengambil tema ini dikarenakan semakin kebobrokkan bangsa, ujar Putri Zakkiya(Red).